Selat Karimata menghubungkan antara Laut Cina Selatan dengan Laut Jawa, secara administratif terletak dalam 4 wilayah yaitu provinsi Kalimantan Barat, provinsi Kepulauan Riau, provinsi Bangka Belitung, provinsi Jambi. Sumberdaya kelautan dan perikanan ZEEI Laut Cina Selatan yang mencapai potensi pemanfaatan 1 juta ton pertahunnya dan pariwisata bahari yang perairan pantainya seperti di Bali.

Potensi dan keunikan yang dimiliki oleh Selat Karimata membuat terjadinya persaingan untuk mengelola kawasan Selat Karimata, menimbulkan konflik yang akhirnya ada pihak-pihak “luar” yang tidak bertanggung jawab mennggunakan kesempatan ini untuk bisa “menguras habis” potensi SDA Selat Karimata yang bisa merugikan masyarakat yang berada di kawasan tersebut secara khusus dan Indonesia secara umumnya.
Kerjasama antar kawasan di Selat Karimata untuk mengelola, mengawasi dan melindungi kawasan tersebut yang melibatkan antar sektor dan antar wilayah (provinsi/kabupaten) merupakan cara untuk menetralisir konflik yang ada. Departemen Kelautan dan Perikanan mengfasilitasi kerjasama di kawasan Selat Karimata antara provinsi Kalimantan Barat, provinsi Jambi, provinsi Kepulauan Riau dan provinsi Bangka Belitung. Hasil yang dicapai berupa kesepakan kerjasama dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan terpadu Selat Karimata yang ditandatangani oleh 4 gubernur pada tanggal 7 desember 2005 di jakarta. Untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat dan sebagai komitmen dari Departemen Kelautan dan Perikanan disusun kegiatan Penyusunan Rencana Tindak Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Laut Kawasan Selat Karimata dan Penyusunan Rencana Bisnis Kegiatan Prioritas Selat Karimata.
Penyusunan Rencana Bisnis Kegiatan Prioritas Selat Karimata memberikan informasi tentang prospek ekonomi bisnis perikanan dan kelautan kepada para investor agar tertarik dan berinvestasi. Keluaran Rencana Bisnis Plan prospek ekonomis yang memberikan gambaran detail tentang informasi ekonomis serta kapasitas dan jaring pemasaran bisnis yang akan dibangun yaitu prioritas bisnis 1 adalah pengembangan usaha kegiatan prioritas unggulan yang melibatkan 4 provinsi, prioritas bisnis 2 adalah pengembangan usaha kegiatan prioritas unggulan yang melibatkan 3 provinsi, prioritas bisnis 3 adalah pengembangan usaha kegiatan prioritas unggulan yang melibatkan 2 provinsi dan prioritas bisnis 4 adalah pengembangan usaha kegiatan prioritas unggulan yang pada wilayah provinsi tertentu.

Dari konsep diatas bisa diketahui bahwa pentingnya untuk kerjasama pada ke-empat provinsi yang berada di kawasan selat karimata agar bisa mewujudkan pengembangan kerjasama yang akan dilaksanakan. Dalam pelaksanaan penyusunan bisnis plan kegiatan prioritas selat karimata ini dibutuhkan rasa toleransi dan kesadaran yang tinggi betapa pentingya melaksanakan konsep yang sudah diberikan tanpa ada keinginan dari ke-empat provinsi untuk memajukan wilayah/provinsi masing-masing. Tapi dibutuhkannya suatu pemikiran dan kesadaran yang tinggi bahwa kegiatan prioritas yang dilakukan demi kemajuan kawasan Selat Karimata untuk bisa meningkatkan masyarakat pesisir yang ada di ke-empat provinsi tersebut serta rasa memiliki akan kawasan Selat Karimata. Dengan dibuatnya Penyusunan Rencana Bisnis Kegiatan Prioritas ini diharapkan benar-benar bisa memajukan perekonomian kawasan Selat Karimata bukan hanya menjadi suatu pekerjaan yang sia-sia atau cuma sekedar isapan jempol belaka…




Saya tertarik dengan sub-judul Blog ini – “another perspectives to see the ocean and small islands”. Selamat ya ?
Saya memerlukan data yang lebih detail tentang pasang-surut dan gelombang Selat Karimata, tiada lain untuk bahan penelitian mandiri (swasta/pribadi) di bidang potensi energi hidrokinetik Selat Karimata.
Terima kasih atas komentarnya Rekan Cicip Hadi. Semoga isi blog ini dapat bermanfaat bagi Anda dan rekan-rekan yang lain.
Untuk data pasang-surut, dapat diperoleh dari tabel pasang surut yang dikeluarkan oleh Dinas Hidro Oseanografi – TNI AL. Untuk gelombang laut, mungkin dapat coba ditanyakan di Pusat Riset Sumberdaya Wilayah Laut & Sumberdaya Non-Hayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan – Departemen Kelautan dan Perikanan atau Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI. Semoga informasi ini bermanfaat.
Ok, terima kasih.
Dishidros TNI AL (sekarang Janhidros TNI) dan Badan Riset Oseanografi & Kelautan (BROK) DKP serta Puslit Oseanografi LIPI belum memiliki data detail dalam bentuk time series.
Karena Mas Ramses menulis Potensi Bisnis di Selat Karimata, siapa tahu yang menulis potensi bisnis sudah punya data detail time siries data pasut dan gelombang di sepanjang pantai Selata Karimata.
Mohon maaf Rekan Cicip Hadi, setelah saya periksan dalam data base saya, ternyata saya tidak memiliki data yang Anda butuhkan.