Desa itu bernama sama dengan nama pulau yang menaunginya – Tagalaya. Pulau yang unik, dengan daratan yang awalnya membentuk pulau menyerupai kuda laut, namun perlahan vegetasi bakau tumbuh dan berkembang mendominasi dan memberi ciri yang khas bagi pulau ini.
Pulau yang dihuni oleh 485 jiwa atau sekitar 109 KK, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sisanya bekerja sebagai buruh (32 orang), pengolah hasil perikanan, pedagang ikan dan jasa transportasi laut (11 orang), pegawai negeri sipil (7 orang), wiraswastawan (18 orang) dan sektor lainnya.
Desa Tagalaya berjarak 4 mil laut dari Ibukota Kecamatan, Tobelo. Perjalanan dari Tobelo harus ditempuh dengan memanfaatkan jasa transportasi air yang memakan waktu sekitar 20 menit.
Karena letaknya yang cukup dekat dengan ibukota kecamatan, Tobelo, bagi penduduk yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, Tobelo menjadi tumpuan mereka menggantungkan hidupnya. Tobelo juga merupakan pensuplai kebutuhan pokok penduduk desa serta target market hasil produksi desa.
Sepanjang perjalanan dari Tobelo menuju Tagalaya, keindahan panaroma gunu
ng Dukono dan pulau-pulau kecil seperti Pulau Kakara Kecil, Pulau Kakara besar, Pulau Kolorai, Pulau Tupu-tupu dan Pulau Meti; menjadi santapan menarik para pecinta lukisan sang Ilahi. Saat mencoba menerawang ke dalam perairan dangkal sekitar pulau, ikan yang berenang dan untaian tentakel karang melambai kian kemari, menambah semaraknya keindahan bawah laut di perairan pulau ini.
Sejak pertama menjejakkan kaki di pulau ini, ada nuansa berbeda yang akan terasa. Keindahan panorama memanjakan mata, pasir putih di sepanjang pantai menjadi tempat yang mengasyikkan, anak-anak kepiting kemerahan merayapi tanah di kerimbunan bakau menghadirkan fenomena tersendiri, ’kolam-kolam’ yang terbentuk di sela kerapatan bakau seolah surga bagi para pencari ikan.
Semua hal tersebut membuat pulau ini memiliki nilai tambah jika diberdayakan menjadi kawasan wisata. Kapal Mimpi, sebuah wahana adventure sering ditemui membawa wisatawan mancanegara yang mencari keindahan bentuk bawah air di wilayah ini.
Beranjak dari dermaga, suasana ramai di Desa Tagalaya baru terasa di kawasan permukiman yang hanya menempati kurang dari 10% lahan pulau.
Kehangatan senyum penduduk dan canda tawa anak-anak menyambut kita begitu melewati gapura desa. Jalan tanah berpasir akan banyak ditemui, menyiratkan keserbaterbatasan infrastruktur di desa ini.
Masyarakat di desa ini sempat bercerita bahwa mereka baru merasa ”merdeka” saat Direktorat Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil melakukan instalasi 100 unit fasilitas listrik tenaga surya hybrid untuk menerangi seluruh desa. Masyarakat dapat menikmati kegiatan fasilitas ini memberikan nuansa yang berbeda terutama pada malam hari.
Sebuah bantuan yang mungkin kecil nilainya bagi penduduk kota besar, akan tetapi sungguh besar maknanya bagi mereka. Bantuan semacam inilah yang sangat mereka butuhkan untuk membantu menopang kehidupan mereka.
Bantuan Sosial Penataan Lingkungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mulai diperkenalkan di desa ini pada tahun 2008. Selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan sosial yang dialaminya, program ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dalam memberdayakan segenap potensi masyarakat melalui adaptasi pengetahuan mengenai cara-cara pemecahan masalah dan kebutuhannya dari masyarakat di lokasi tersebut. Jenis kegiatan yang dilaksanakan melalui program ini adalah perbaikan sarana lingkungan pemukiman, pembangunan/rehabilitasi rumah dan pelestarian ekosistem pesisir. Kegiatan perbaikan sarana lingkungan merupakan kegiatan fokus yang mendapatkan porsi paling besar diantara ketiga pilihan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Bantuan Sosial Penataan Lingkungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun Anggaran 2008, dibangun fasilitas fisik berupa saluran/drainase sepanjang 1.450 Meter, jalan setapak sepanjang 700 Meter, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) sebanyak 8 unit dan perbaikan rumah tinggal masyarakat sebanyak 91 unit.
Kita harapkan bantuan-bantuan yang diberikan tidak menjadikan saudara-saudara kita merasa dimanjakan, tapi justru semakin terpacu untuk bekerja dan berbuat yang terbaik bagi kehidupan mereka dan generasi penerus selanjutnya.
Generasi penerus yang tentunya kita harapkan dapat menjadi andalan untuk mentransformasi potensi pulau kecil menuju wujud yang lebih nyata, kemakmuran rakyat yang berkelanjutan.
(Penulis : Ramses Nadeak)




Salam Kenal Bang Ramses,
Tulisan Abang banyak memberikan informasi pada saya tentang kondisi nyata, bagaimana konsep Kesejahteraan sosial, pemeberdayaan masyarakat, bimbingan perseorangn, bimbingan kelompok, metodologi peksos. yang sedang saya tekuni empat tahun ini dapat direalisasikan dengan begitu baik oleh Abang. semoga terus diberikan kekuatan dan kesempatan tuk pendampingan terhadap masyarakat.